Selasa, 29 November 2011

KALA SENJA ITU


Senja dikota kecil, mebuat ku berhenti sejenak melihat langit di angkasa, indah nan biru sempura tanpak warnanya, semilir angin meniup tubuh yang lelah ini. Tapi indah ini tak sempurna karna ku tak bersama dengan mu, kau yang ku cinta, kau yang ku banggakan.Dan kau yang selalu memacu detak jantungku sehingga kukadang tak dapat mengendalikan pikiranku karna dipenuhi dengan bahagia bersamamu.
(*^*)
Ku berkata dalam hati, “andai kau disini, mungkin ini akan menjadi senja terindah yang kulalui setelah tak lagi bersamamu”.
(*^*)
Mengapa di tempat seramai ini aku merasa sepi, aku merasa sendiri, aku rapuh. Apakah kau tau itu?
Kau dan aku dipisahkan bukan karna kita tak cinta, bukan karna tak mampu mempertahankan hubungan, tetapi kita berpisah demi kebahagian orang lain. Sesak napasku, bagai terhenti denyut jantungku mengingat kau tak lagi bersamaku, kau tak lagi milikku, kau tak dapat ku lihat maupun ku sentuh.
Mengapa, mengapa takdir memisahkan kita disaat kita ingin bahagia, kita ingin bersama dan tak pernah terpintas di khayal kita bahwa ada orang lain yang menderita dengan hubungan ini. Mengapa, kepada siapa aku harus bertanya.
Mengingatmu bagai membuka lebaran terdalam dari hatiku, hatiku yang telah hancur berkeping-keping.
(*^*)
Senja ini menjadi sendu, ia mengerti apa yang ku rasakan tetapi ia tak bisa mengobati hatiku yang dalam, ia hanya tersenyum dengan hangatnya yang mulai pudar sore ini, langit pun ikut bersedih warnanya berubah orange, tak biru lagi.
(*^*)
Sayang, ku berharap kau tau isi hati ini, walau kau tak bersama ku lagi, ku ingin kau mengerti ini. Walau ku tak berharap waktu untuk kembali, tapi ku hanya ingin kau tau. Bahwa rasa itu abadi. Seabadi kisah yang pernah kita lewati.
                Sakit, pedih, sedih ini tak ingin ku bagi, karna ini bukan rasa yang terbaik. Saat ini ku berdoa, dimanapun kau berada kau bisa melupakan semua rasa sakit, pedih dan sedih. Kuharap kau hanya ingat indah senja saat kita bersama dan biarkan itu tetap indah dalam lembaran kisah masalalumu.
                Kuhanya bagian kepingan masalalu.  walau kau tak tau doa yang selalu ku panjatkan buatmu, ku berharap  tetap menjadi sisi indah dalam hidupmu yang mengisi ruang hati terdalam sampai kau pergi dan tak pernah kembali.
“Jangan letih mencintaiku” itulah kalimat yang selalu kau ucapkan padaku kala senja itu.

(**NAHUOL**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar