Senja dikota kecil, mebuat ku berhenti sejenak melihat
langit di angkasa, indah nan biru sempura tanpak warnanya, semilir angin meniup
tubuh yang lelah ini. Tapi indah ini tak sempurna karna ku tak bersama dengan
mu, kau yang ku cinta, kau yang ku banggakan.Dan kau yang selalu memacu detak
jantungku sehingga kukadang tak dapat mengendalikan pikiranku karna dipenuhi
dengan bahagia bersamamu.
(*^*)
Ku berkata dalam hati, “andai kau disini, mungkin ini akan
menjadi senja terindah yang kulalui setelah tak lagi bersamamu”.
(*^*)
Mengapa di tempat seramai ini aku merasa sepi, aku merasa
sendiri, aku rapuh. Apakah kau tau itu?
Kau dan aku dipisahkan bukan karna kita tak cinta, bukan
karna tak mampu mempertahankan hubungan, tetapi kita berpisah demi kebahagian
orang lain. Sesak napasku, bagai terhenti denyut jantungku mengingat kau tak
lagi bersamaku, kau tak lagi milikku, kau tak dapat ku lihat maupun ku sentuh.
Mengapa, mengapa takdir memisahkan kita disaat kita ingin
bahagia, kita ingin bersama dan tak pernah terpintas di khayal kita bahwa ada
orang lain yang menderita dengan hubungan ini. Mengapa, kepada siapa aku harus
bertanya.
Mengingatmu bagai membuka lebaran terdalam dari hatiku,
hatiku yang telah hancur berkeping-keping.
(*^*)
Senja ini menjadi sendu, ia mengerti apa yang ku rasakan
tetapi ia tak bisa mengobati hatiku yang dalam, ia hanya tersenyum dengan
hangatnya yang mulai pudar sore ini, langit pun ikut bersedih warnanya berubah
orange, tak biru lagi.
(*^*)
Sayang, ku berharap kau tau isi hati ini, walau kau tak
bersama ku lagi, ku ingin kau mengerti ini. Walau ku tak berharap waktu untuk
kembali, tapi ku hanya ingin kau tau. Bahwa rasa itu abadi. Seabadi kisah yang
pernah kita lewati.
Sakit, pedih, sedih ini tak
ingin ku bagi, karna ini bukan rasa yang terbaik. Saat ini ku berdoa, dimanapun
kau berada kau bisa melupakan semua rasa sakit, pedih dan sedih. Kuharap kau
hanya ingat indah senja saat kita bersama dan biarkan itu tetap indah dalam
lembaran kisah masalalumu.
Kuhanya bagian kepingan
masalalu. walau kau tak tau doa yang
selalu ku panjatkan buatmu, ku berharap tetap menjadi sisi indah dalam hidupmu yang
mengisi ruang hati terdalam sampai kau pergi dan tak pernah kembali.
“Jangan
letih mencintaiku” itulah kalimat yang selalu kau ucapkan padaku kala senja
itu.
(**NAHUOL**)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar